Membuat Homepage Pribadi Menggunakan Software Dreamweaver

Pendahuluan : Apa itu Dreamweaver & Kelebihannya

Adobe Dreamweaver adalah suatu software IDE / editor web yang menggabungkan tampilan visual (design) dan editor kode secara simultan.

Fitur unggulan :

  • Live preview (lihat hasil saat mengedit)
  • Code hinting / autocomplete untuk HTML, CSS, JavaScript
  • Integrasi dengan CSS Designer panel (melakukan styling visual)
  • Dukungan pengaturan situs (site management), koneksi FTP / server agar bisa upload langsung ke hosting
  • Templates / starter layout agar kamu tidak mulai dari nol sepenuhnya

Namun, ada catatan dari komunitas bahwa Dreamweaver saat ini tidak sering mendapat fitur-fitur baru besar — lebih ke pemeliharaan & pembaruan kecil saja.

Alur Umum Membuat Homepage di Dreamweaver

Berikut alur besar yang akan kita lalui :

1. Persiapan & instalasi Dreamweaver

2. Membuat “Site” (folder proyek) di Dreamweaver

3. Membuat file homepage (index.html)

4. Menyusun struktur dasar (HTML)

5. Membuat dan menghubungkan file CSS

6. Menambahkan konten: header, navigasi, hero section, profil, gambar, footer

7. Styling dengan CSS melalui Dreamweaver

8. Preview & testing responsif

9. Upload / publish ke hosting

10. Tips & best practices

Sekarang kita masuk ke langkah-langkah detail.

Langkah 1: Persiapan & Instalasi

1. Pastikan kamu punya Adobe Dreamweaver yang versi terbaru (versi CC yang didukung dalam Creative Cloud).

2. Pastikan juga kamu punya hosting + domain (jika ingin homepage-nya bisa diakses publik). Tapi selama belajar, kamu bisa bekerja di lokal dulu.

3. Siapkan folder kosong di komputer kamu yang akan jadi “root” situs kamu (misalnya MyPersonalSite).

Langkah 2: Membuat “Site” di Dreamweaver

Agar Dreamweaver tahu bahwa folder itu adalah proyek websitemu, kamu harus mendefinisikan “Site”.

  • Buka Dreamweaver → menu Site → New Site… (atau bisa “Define Site”)
  • Di dialog yang muncul, isi Site Name (nama proyek, bebas) dan Local Site Folder → arahkan ke folder proyek (MyPersonalSite).
  • Di bagian Advanced Settings → pilih “Local Info” → bisa atur folder default untuk “Images” supaya semua gambar disimpan ke subfolder images dalam proyekmu.
  • Jika kamu punya server (hosting), kamu bisa masuk ke tab “Servers” dan tambahkan koneksi FTP / SFTP agar nanti bisa upload langsung dari Dreamweaver. (Tapi bisa dilewati dulu saat belajar)
  • Klik “Save” atau “Done”. Sekarang Dreamweaver mengenal folder proyekmu sebagai site.

Langkah 3: Membuat File Homepage (index.html)

Setelah “Site” dibuat, di panel Files (biasanya di kanan atau kiri, tergantung layout) akan muncul struktur folder proyekmu.

  • Klik “New File” → beri nama index.html.
  • Atau dari menu File → New → pilih jenis “HTML” → pilih blank atau starter template, lalu simpan sebagai index.html di root folder situsmu.
  • Dreamweaver biasanya akan menghasilkan scaffold / struktur HTML awal seperti:

<!DOCTYPE html>

<html lang=”en”>
<head>
<meta charset=”UTF-8″>
<meta name=”viewport” content=”width=device-width, initial-scale=1.0″>
<title>My Personal Homepage</title>
</head>
<body>

</body>
</html>

Pastikan kamu ubah lang=”en” ke lang=”id” jika bahasanya Indonesia.

Langkah 4: Struktur Dasar HTML untuk Homepage

Kamu bisa membuat struktur seperti ini di dalam body :

<body>
<header>
<nav>
<ul>
<li><a href=”#home”>Home</a></li>
<li><a href=”#about”>Tentang</a></li>
<li><a href=”#portfolio”>Portfolio</a></li>
<li><a href=”#contact”>Kontak</a></li>
</ul>
</nav>
</header>

<section id=”home” class=”hero”>
<h1>Halo, Saya [Nama Kamu]</h1>
<p>Selamat datang di homepage pribadi saya.</p>
</section>

<section id=”about”>
<h2>Tentang Saya</h2>
<p>Deskripsikan sedikit tentang siapa kamu, background, hobi, dsb.</p>
</section>

<section id=”portfolio”>
<h2>Portfolio</h2>
<!– bisa isi gambar / link ke proyek-proyek kamu –>
</section>

<section id=”contact”>
<h2>Kontak</h2>
<p>Email: kamu@example.com</p>
<p>Media sosial / link lainnya</p>
</section>

<footer>
<p>© 2025 [Nama Kamu]. All rights reserved.</p>
</footer>
</body>

Penjelasan :

  • header → bagian atas, biasanya menyimpan navigasi
  • nav → menu navigasi
  • section dengan id → tiap bagian halaman, agar bisa ditautkan dari menu
  • footer → bagian bawah halaman, hak cipta / informasi tambahan

Kamu bisa menambahkan elemen lain (gambar, tombol, ikon) nanti.

Langkah 5: Membuat File CSS & Menghubungkan

Agar tampilan tidak polos, kamu butuh CSS.

  • Buat file CSS baru, misalnya style.css di dalam folder proyek (MyPersonalSite/style.css).
  • Kembali ke index.html, dalam <head>, sisipkan:

<link rel=”stylesheet” href=”style.css”>

  • Sekarang kamu bisa mulai menulis CSS. Misalnya:

body {
font-family: Arial, sans-serif;
margin: 0;
padding: 0;
}
header {
background-color: #333;
color: #fff;
padding: 20px;
}
nav ul {
list-style-type: none;
margin: 0;
padding: 0;
}
nav ul li {
display: inline-block;
margin-right: 15px;
}
nav ul li a {
color: #fff;
text-decoration: none;
}
.hero {
padding: 100px 20px;
background-color: #f2f2f2;
text-align: center;
}
section {
padding: 60px 20px;
}
footer {
text-align: center;
padding: 20px;
background-color: #222;
color: #ccc;
}

Kamu bisa menulis CSS langsung di Dreamweaver; software ini biasanya menyediakan panel CSS Designer agar bisa styling visual dan langsung melihat perubahan.

Langkah 6: Menambahkan Elemen Tambahan

Beberapa hal yang bisa kamu tambahkan agar homepage-mu lebih menarik :

  • Gambar profil (gunakan tag <img src=”images/nama_gambar.jpg” alt=”Deskripsi”>)
  • Tombol “Hubungi Saya”
  • Ikon sosial media (gunakan <a> + <img> atau font icon seperti Font Awesome)
  • Animasi ringan (CSS transitions)
  • Grid layout untuk menampilkan proyek (menggunakan CSS Flexbox / Grid)
  • Responsif: gunakan media queries agar di layar kecil tampilannya tetap bagus

Contoh sederhana CSS responsif:

@media (max-width: 768px) {
nav ul li {
display: block;
margin-right: 0;
margin-bottom: 10px;
}
.hero {
padding: 60px 10px;
}
}

Langkah 7: Preview & Test Responsif

Di Dreamweaver, gunakan tampilan Live View atau Split View (kode + tampilan) untuk melihat hasilnya langsung saat kamu mengedit.

  • Coba resize jendela preview agar mensimulasikan layar perangkat mobile, lihat apakah layoutnya patah atau tetap rapi.
  • Pastikan semua link navigasi menuju bagian yang benar (misalnya href=”#about” mengarah ke elemen dengan id=”about”).
  • Pastikan gambar memiliki alt yang baik agar aksesibilitas & SEO lebih baik.

Langkah 8: Publikasi / Upload Ke Hosting

Jika kamu ingin homepage-mu bisa diakses publik, selanjutnya :

1. Pastikan kamu punya hosting + domain + akses FTP / SFTP.

2. Di Dreamweaver, buka Site → Servers, lalu tambahkan server baru dengan:

  • Nama server
  • Protokol (FTP / SFTP)
  • Hostname / alamat server
  • Username & password
  • Remote folder (folder di server tempat website akan diletakkan)

3. Setelah koneksi server berhasil, di panel Files → pilih file (index.html, style.css, gambar dsb) → klik kanan → Put / Upload to server.

4. Cek di browser internet dengan domainmu apakah homepage muncul dengan baik.

Tips & Best Practices

  • Gunakan struktur semantik agar SEO & aksesibilitas bagus (header, nav, section, footer)
  • Hindari CSS inline (usahakan semua styling di style.css)
  • Optimalkan ukuran gambar (compress) agar loading cepat
  • Gunakan meta name=”viewport” agar mobile browser bisa mengatur skala halaman
  • Gunakan validasi HTML & CSS (misalnya lewat W3C Validator)
  • Simpan backup projekmu secara berkala
  • Belajar modul HTML & CSS agar perubahan manual lebih fleksibel
  • Gunakan versi kontrol (Git) jika kamu mau melacak perubahan

Bonus : Video Tutorial Referensi

Biar lebih jelas, kamu bisa juga menyimak video berikut :

Video ini memperlihatkan cara membuat website modern & interaktif menggunakan Dreamweaver, termasuk pembuatan template, penggunaan CSS Designer, dsb.